Selasa, 24 Desember 2013

“KAUM TERDIDIK DALAM MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA” “LANGKAH AWAL MENUJU MASA DEPAN”







Oleh : Dwiky Agil Ramadhan

     Kaum terdidik atau yang lebih mudah di pahami adalah anak bangsa yang berkesempatan menempuh pendidikan yang cukup. Kaun terdidik ini, dalam perananya membangun bangsa dan negara adalah sangat vital. Kaum terdidik yang diharapkan menjadi pioner dalam mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia, yaitu “mencerdaskan kehidupan bangsa”. 

Namun, dalam realita masyarakat kita, para kaum terdidik sering menyampingkan berbagai masalah dalam negeri ini. Kita bisa melihat ada sebagian anak bangsa yang sudah mempunyai cukup ilmu dan berkesempatan membangun negeri ini di berbagai bidang, malah menggunakan ilmu dan kesempatan itu hanya untuk kepentingan pribadi atau segolongan kelompok saja. Kita bisa melihat para wakil rakyat yang di beri amanah dalam menjalankan roda pemerintahan tertangkap tangan melakukan tindak pidana korpsi. Di bidang lain, yaitu pendidikan, dimana penulis sekarang berkecimpung dalam dunia perkuliahan atau di lingkungan civitas akademika. Kita bisa menengok adanya pergeseran pandangan masyarakat kampus baik dosen maupun mahasiswa dalam menjalankan tri dharma perguruan tinggi.

     
Saya teringat sebuah postingan dari dosen saya di “facebook” yang mengutip di sebuah situs http://www.kopertis12.or.id/2013/10/29/kosongnya-kampus-kita.html yang menerangkan adanya eksodus dosen. Yang pertama adalah eksodus dosen untuk menjadi politisi, padahal sebagaimana kita ketahui bersama, Indonesia masih kekurangan tenaga pengajar/dosen dalam dunia pendidikan kita. Kedua, eksodus dosen yang hanya mengincar jabatan di struktural kampus, dan sering melalaikan pengamalan tri dharma perguruan tinggi. Ketiga, eksodus dosen dari watak kecendikiawanan, maksudnya dosen menempuh pendidikan hanya untuk memenuhi tuntutan kepangkatan, sertifikasi dan lain sebgainya.

        Di bidang hukum sendiri, dimana penulis juga mengamati proses penegakan hukum yang ada di negeri tercinta, Indonesia sungguhlah sangat memprihatinkan. Saya sangat teringat ketika pada hari sabtu, seorang ketua lembaga negra “MK” berkunjunga dalam sebuah seminar yang di selenggarakan di kampus FH UNSOED di gedung Justicia 3 dimana saya mnjadi panitia seminar nasioanl tersebut. Bapak Akil Mochtar menjadi key spaeeker dalam acara tersebut. Selang dua hari, orang yang mengajarkan kepada kami akan pentingnya penegakan hukum malah melanggar hukum itu sendiri dan di tangkap oleh Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK).

      Sesungguhnya kaum terdidik ini, atau bisa kita sebut sebagai seorang cendekiawan seharusnya mampu menjadi pelita dalam kegelapan bangsa ini dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsanya. Lalu, yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana mengubah paradigma para kaum terdidik atau cendekiawan untuk menjadi pionir dalam mencerdaskan kehidupan bangsa ? Ada beberapa langkah yang benar-benar harus di lakukan. Pertama adalah lakukan dengan tindakan nyata sesuai ilmu dan kesempatan yang kita miliki. Mulailah dari diri sendiri dan berikanlah contoh nyata dalam upaya mencerdaskan bangsa Indonesia. Karena ada sebuah ungkapan bahwa berikanlah contoh dahulu dalam upaya membangun bangsa ini. Sehingga yang lain pun mngikuti langkah-langkah kalian. Yang terakhir saya sampaikan adalah “cerdaskan bangsa Indonesia lewat pendidikan, karena hal terindah setelah merdeka adalah kita berkesempatan mengenyam pendidikan seluas-luasnya”.

 

Entri Populer

silaturahmi

bagi kawan2 pengunjung blog ini, bisa menghubungi saya di 746839BA Hehehe, untuk menjalin silaturahmi antar umat manusia