pasang iklan
pasang iklan

Sabtu, 23 November 2013

MENINGKATKAN KINERJA BISNIS LEWAT TATA CARA PERNIKAHAN MASYARAKAT BUGIS




Memang dalam melakukan kegiatan peningkatan kinerja bisnis, kita seharusnya mengetahu dahulu apa yang menjadi konsep dasar mengenai kinerja bisnis itu sendiri, sehingga ketika kita sudah mengetahui apa yang menjadi pijakan dasar kita, maka kita bisa menentukan langkah-langkah apa yang harus dilakukan. Hal ini tentunya sangat penting, karena landasan ontologisnya sudah kita ketahui, maka kita akan bisa menentukan landasan epistimologis dan aksiologisnya, sehingga dapat dengan mudah diterapkan. Bukan seperti teori trias politika dari montesque yang dikatakan teori yang mati semenjak dilahirkan.
Kinerja bisnis itu sendiri adalah gabungan dari dua kata, kinerja dan bisnis. Kinerja menurut KBBI adalah sesuatu yang di capai, prestasi kerja atau kemampuan kerja. Sedangkan bisnis sendiri adalah usaha komersial di dunia perdagangan. Jadi kinerja bisnis adalah prestasi kerja dan kemampuan kerja dalam usaha komersial di dunia perdagangan. Sehingga bila dikaitkan dengan bagaimana cara meningkatkan kinerja bisnis ? kita sudah paham akan melakukan apa-apa saja.
Memang judul essai ini, lumayan menyikapi bisnis dilihat dari sudut pandang yang berbeda. kebanyakan penulis essai mengenai bisnis lebih mengutamakan cara-cara konvensional bisnis yang sangat mengutamakan profit dalam kegiatan bisnis. Namun, menurut hemat saya, dalam meningkatkan kinerja bisnis dalam pandangan bahwa bisnis adalah prestasi kerja atau pencapaian kerja atau kemampuan kerja dalam usaha memperoleh keuntungan. Keuntungan yang saya maksudkan bukan hanya keuntungan secara profit atau penghasilan saja. Namun, yang lebih penting adalah kesejahteraan, baik itu untuk pengusaha maupun para buruh.
Kesejahteraan ini akan di capai apabila ada hubungan yang baik antara pengusaha/pemberi kerja dengan pekerja dan kedudukanya adalah setara. Dalam pencapaian hubungan yang baik ini, terutamnya dalam usaha untuk mingkatkan kinerja bisnis yang berbasis kesejahteraan bagi pelaku bisnis ada beberapa langkah yang harus di ambil. Langakah-langkah yang harus di ambil ini saya analogikan dengan tata cara pernikahan masyarakat bugis, karena menurut saya adalah sangat relevan.
Adapun tata cara pernikahan masyarakat bugis antara lain adalah a’jagang-jagan, massuro, patenre ada,appanai leko lompo, appasili bunting, akkorongtigi, assimorong, appabajikang bunting, dan alleka bunting. Adapun tahap-tahapnya sebagai berikut :
1.       a’jagang-jagan
merupakan kegiatan diam-diam oleh calon suami untu mengetahui seluk beluk istri. Kaitanya dengan meningkatkan kinerja bisnis. Pengusaha seharusnya menegtahui latar belakang sang calon pekerja sebelum dia bekerja dalam bisnis tersebut.
2.        massuro
tahap ini adalah tahap peminangan pihak calon suami kepada pihah calon istri. Dalam prosesi ini harus ada keepakatan antara dua pihak. Hal ini sesuai bila kita kaji berdasarkan hukum ketenagakerjaan, dimana menurut uu ketenagakerjaan mengatur hubungan hukum sebelum kerja, pada saan hubungan kerja dan sesudah hubunag kerja. Dimana sang pengusaha/pemberi kerja membuat kontrak kerja bersama-sama dengan calon pekerja, sehingga ada kepastian huku yang jelas, hal ini tentunya akan membuat pekerja tidak khawatir akan di langgar hak-haknya dalam bekerja. Sehingga dalam bekerja dapat dilakukan sepenuh hati.
3.       patenre ada
merupakan tahapan menentukan tanggal pernikahaan, mas kawin, dan uang belanja. Besar kecilnya mas kawin dan uang belanja tergantung dengan hasil msyawarah calon suami dan istri. Bila menilik dari pernyataan di atas, maka akan sangat baik dalam usaha meningkatkan kinerja bisnis harus ada persiapan sebelum bisnis dilakukan. Dalam hal ini adalah bagaimana isi dari kontrak kerja antara pemberi kerja dan pekerja, sehingga sudah menegtaahui hak dan kewajiban masing-masing.
4.       appanai leko lompo
Langkah selanjutnya adalah melakukan pertunangan dan ramah tamah. Sama halnya hubungan pekerja dan pemeberi kerja, sebaiknya dalam hubungan kerja tidak hanya hubungan sebatas pekerjaan saja atau kemitraan. Melainkan harus di tingkatkan, misalkan saja di dalam di luar hubungan kerja keduanya harus tercipta persahabatan yang erat. Sehingga tercipta hubungan yang harmonis, hubungan yang harmonis inilah yang menjadi landasan utama dalam meningkatkan kinerja bisnis.
5.       appasili bunting dan akkorongtigi
dalam kedua tahap ini saya satukan karena keduanya memiliki persamaan, yaitu mensucikan diri sebelum pernikahaan. Sama halnya dengan usaha untuk meningkatkan kinerja bisnis. Dalam hal ini pekerja dan pengusaha di tuntut untuk kembali ke tujuan awal yang sesuai dengan kontrak kerja yang telah disepakati bersama. Sehingga timbul sikap profesionalisme dari kedua belah pihak.
6.       Assimorong
Dalam tahap ini adalah akad nikah antara calon suami dan calon istri. Ini menunjukan keseriusan dari pihak suami untuk benar-benar menyunting calon istri dan meweujudkanya dalam sebuah tindakan. Terkait dengan cara meningkatkan kinerja bisnis maka pekerja dan pengusaha harus benar-benar melakukan apa yang sudah di sepakati bersama yang tertuang di dalam kontrak kerja.
7.       appabajikang bunting dan alleka bunting
sebetulnya dalam tahapan menurut tata cara pernikahan bugis keduanya di pisah. Namun, karena keduanya memiliki nilai yang sama dalam kaitanya usaha meningkatkan kinerja bisnis maka saya satukan. Maksud dari tahapan ini adalah kedua belah pihak benar-benar dissatukan dengan harapan mewujudkan keluarga yang ideal, sakinah mawadah dan warohmah. Sama halnya dengan meningkatakan kinerja bisnis, harapan dari berbagai usaha di awal memberikan harapan untuk terciptanya atau meningkatkan kinerja bisnis yang efisien, proporsional, dan berkesinambungan.
Memang bila kita mendasarkan usaha meningkatkan kinerja bisnis melalui tata cara pernikahan masyarakat bugis lebih menjurus ke dalam hubungan sebelum bekerja. Hal ini sesuai dengan hukum ketenagakerjaan yang mengatur hubungan kerja sebelum, ketika, dan sesudah bekerja. Sehingga dalam usaha meningkatkan kinerja bisnis menurt tata cara pernikahan masyarakat bugis ini memfokuskan diri pada salah satu aspek. Yaitu hubungan antara pekerja dan pemberi kerja sebelum bekerja.

dukung tulisan saya dalam Lomba menulis essai di http://www.ciputraentrepreneurship.com/kontes-esai-2013/ikuti-kontes-esai-2-ciputra-entrepreneurship-berhadiah-rp-7-juta-  dan semoga pembaca blog ini memberikan kontribusinya demi kemajuan blog ini suapay bisa bertransformasi jadi website dengan dana yang diperoleh dari lomba essai tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer

silaturahmi

bagi kawan2 pengunjung blog ini, bisa menghubungi saya di 746839BA Hehehe, untuk menjalin silaturahmi antar umat manusia